Home > News > SEJAK PANDEMI COVID-19, 5 ATURAN PENERBANGAN BERUBAH

SEJAK PANDEMI COVID-19, 5 ATURAN PENERBANGAN BERUBAH



27, August 2020

Semenjak pandemi covid-19 melanda ratusan negara, dunia penerbangan sangat terpukul dengan situasi ini.

Kondisi saat pandemi covid-19 ini telah membentuk kembali aturan dan tata cara orang berpergian, mulai dari Rapid Test, Test PCR hingga social distancing dan aturan lainnya untuk mencegah penularan covid-19.

Penerapan aturan baru untuk penerbangan, seluruh maskapai penerbangan melakukan penutupan pembatasan perjalanan udara karena pandemi covid-19 ini.

 

Berikut lima aturan penerbangan yang mulai dibiasakan selama pandemi covid-19 :

 

MENGOSONGKAN KURSI TENGAH

Beberapa Maskapai Penerbangan, Garuda Indonesia termasuk yang menerapkan aturan dengan mengosongkan kursi tengah.

Irfan Setiaputra selaku Direktur Utama Garuda Indonesia mengatakan, akan menjaga load factor di pesawat Garuda Indonesia berkurang secara signifikan.

Pada pesawat Boeing 737 Garuda Indonesia menerapkan konfigurasi duduk tiga-plus-tiga untuk kelas ekonomi dan untuk kursi tengah akan di kosongkan sehingga ada jarak untuk penumpang di baris yang sama.

Selain di Garuda Indonesia dan di Amerika Serikat, Delta Air Lines, Southwes Airlines dan JetBlue Airways juga menerapkan aturan mengosongkan kursi tengah.

(IATA) telah mengatakan langkah-langkah social distancing pada dunia penerbangan, langkah jarak sosial pada pesawat akan menggeser ekonomi penerbangan dengan memangkas faktor muatan maksimum menjadi 62 persen, jauh di bawah ‘titik impas’ industri rata-rata di 77 persen.

(IATA) juga mengatakan,”Dibandingkan 2019, harga tiket pesawat terbang harus naik secara drastis, antara 43 – 54 persen tergantung pada wilayahnya.”

 

MEMINIMALISIR INTERAKSI

Garuda Indonesia dan para kru menerapkan aturan menjaga jarak dari penumpang dan meminimalisir kontak fisik saat penumpang menaiki pesawat, penumpang duduk, hingga saat pesawat mendarat.

Irfan mengatakan,”kita perlu memastikan interaksi di pesawat tidak akan menyebabkan virus corona, aturan ini juga berlaku untuk para kru dan awak kabin,”

United Airlines juga mengurangi kontak antara pramugari dan pelanggan, misalnya selama layanan makanan ringan dan minuman. Para penumpangnya akan diminta untuk turun dalam kelompok yang terdiri dari lima baris sekaligus.

 

“Ini adalah bentuk perhatian baru yang kami berikan kepada penumpang kami. Di masa lalu, penumpang akan senang mendapatkan layanan penuh perhatian, tapi sekarang, jarak sosial adalah bagian dari layanan. Itu akan membuat penumpang merasa lebih nyaman,” katanya.

 

LAYANAN INFLIGHT

Maskapai Penerbangan berjanji akan tetap melayani penumpangnya dengan baik di tengah pandemi covid-19. Namun, dengan aturan baru dan layanan akan terlihat berbeda.

Conrad Clifford selaku Wakil Presiden Regional IATA (Asia-Pasifik) mengatakan, katering on board bisa sangat sederhana, katering akan dikirimkan kepada penumpang saat anda naik.

 

Singapore Airlines telah menunda layanan makanan untuk penerbangan di Asia Tenggara dan ke China, saat naik penumpang hanya diberikan tas makanan ringan dengan air minum sebagai gantinya. Surat kabar, majalan dan literatur belakang juga telah dihapus dari pesawat SIA, sebagai gantinya dengan perpusatakaan elektronik yang tersedia melalui aplikasi mobile Singapore Air.

 

WAJIB MENGGUNAKAN MASKER

IATA menegaskan untuk anggota kru dan penumpang wajib menggunakan masker saat di airport maupun di dalam pesawat, hal ini untuk meminimalisir penularan covid-19.

Awak kabin SIA menerapkan untuk menggunakan masker selama penerbangan mereka tidak hanya masker SIA juga menggunakan kacamata pelindung saat berinteraksi dengan penumpang serta sarung tangan saat menyajikan makanan.

Semua maskapai di SIA Group memberikan penumpangnya masker, tisu basah dan hand sanitizer sejak bulan lalu, American Airlines dan United Airlines juga mengambil langkah-langkah untuk melarang penumpang yang menolak memakai masker saat di dalam pesawat.

 

PENGUJIAN COVID-19 

Di tengah pandemi covid-19 ini penerapan aturan di Era New Normal menjadi salah satu hal yang harus di perhatikan di industri penerbangan.

IATA mengatakan seharusnya test ini dilakukan sebelum calon penumpang melakukan perjalanan sebelum keberangkatan.

Pada bulan April lalu Bandara International Hong Kong merupakan salah satu bandara pertama di dunia yang memperkenalkan pengujian wajib covid-19 dan penumpang harus menunggu hasil test sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Pada bulan Maret, Pemerintah Korea Selatan memperkenalkan pengujian covid-19 “walk-through” di bandara International Incheon. Sistem yang mereka terapkan yaitu para medis mengumpulkan sampel dari penumpang yang datang dan untuk Pendatang baru juga harus mengunduh aplikasi dari pemerintah setempat yang melacak lokasi mereka dan mengharuskan melaporkan gejala apa pun.